oleh

Kampanye di Media Massa Dibolehkan Mulai 24 Maret 2019

-Nasional-16 views

Tanggal 23 September lalu kampanye pemilu 2019 resmi dimulai, para caleg dan capres-cawapres bisa mengajak rakyat untuk memilihnya. Namun, para peserta pemilu belum bisa melakukan kampanye di media massa.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI) Abhan mengatakan, khusus kampanye di media massa, baru boleh dilaksanakan 21 hari terakhir sebelum masa tenang. Ia menuturkan, sesuai UU, peserta pemilu diperbolehkan melakukan iklan di media massa pada tanggal 24 Maret hingga 14 April 2019.

“Masa atau tenggang waktu untuk kampanye iklan kampanye lewat media massa ini dibatasi, yaitu hanya 21 hari sebelum masa tenang. Jadi, dihitunglah 14 April masa tenang ke belakang 21 hari,” kata Abhan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (25/9)



Abhan mengatakan, di luar masa tersebut, pihaknya akan aktif mengawasi peserta pemilu yang melakukan iklan di media massa, sebab kampanye di media massa sebelum waktunya berpotensi melanggar aturan.

“Konsen pengawasan kami adalah jangan sampai sebelum tanggal 24 Maret tadi ada iklan kampanye dari parpol atau peserta pemilu yang memang secara substansi memenuhi unsur kampanye. Kalau memenuhi, maka berpotensi pelanggaran kampanye di luar jadwal,” jelasnya.



Lebih lanjut, Abhan juga berkomentar soal iklan pencapaian pemerintah yang sempat menjadi polemik beberapa pekan lalu. Abhan menuturkan, kasus seperti itu perlu didalami apakah ada unsur kampanye atau tidak.

“Itu case by case (kasus per kasus). Apakah itu ada unsur kampanye atau tidak,” ucapnya.

News Feed