oleh

Gara-gara Acara TV, Hubungan China-Swedia Memanas

Pertikaian diplomatik antara China dan Swedia semakin meruncing. Kali ini, China menuduh Swedia bertindak rasis terhadap warganya.

Peristiwa itu bermula saat sebuah acara komedi di saluran televisi Swedia SVT menayangkan video mengenai diusirnya turis China dari sebuah hostel di ibu kota Swedia, Stockholm.

Stockholm, Swedia  (Foto: Dok: Flickr/roogeri)
Stockholm, Swedia (Foto: Dok: Flickr/roogeri)

Video itu diambil berlangsung pada 2 September 2018. Ketika itu, satu keluarga dari China yang baru tiba di Swedia tak bisa melakukan check-in di sebuah hostel.

Alasannya, hostel itu dipesan di hari berikutnya. Oleh petugas hostel, keluarga asal China diminta menunggu di lobi.

Penayangan video itu membuat China naik pitam. Swedia dituduh telah bersikap rasis dan xenophobia.



Kementeria Luar Negeri China menyatakan acara yang ditayangkan Jumat (21/9) pekan lalu adalah bentuk satir menggunakan stereotipe negatif warga China.

“Program itu merupakan serangan keji serta penghinaan besar terhadap China dan warga China,” sebut juru bicara Kemlu China Geng Shuang seperti dikutip dari CNN, Selasa (25/9).

“China mengutuk keras dan meminta saluran televisi itu segera mengambil langkah untuk menghilangkan pengaruh negatif yang datang,” sambung mereka.

Kedutaan Besar China di Stockholm juga mengkritik keras acara itu. Mereka mengaku heran bagaimana acara tersebut bisa tayang di negara yang selalu menjunjung tinggi HAM dan persamaan.

“Kami masih berpikir kenapa peristiwa itu terjadi di Swedia, negara yang selalu mendukung kesetaraan etnis,” sambung pernyataan Kedubes China.

Pada Sabtu (22/9) lalu, China resmi mengeluarkan travel warning bagi warganya yang ingin mengunjungi Swedia.

China beralasan, warganya diimbau tak ke Swedia karena alasan keamanan. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir pencurian dan perampokan terhadap turis China hampir terjadi setiap hari.



Hingga kini, stasiun televisi SVT masih belum bisa dimintai keterangan terkait acara tersebut.

Sementara itu, permintaan China agar kasus tersebut diinvestigasi ditolak Kejaksaan Swedia. Mereka menegaskan, keputusan sudah dibuat pada 7 September lalu. Swedia juga mengklaim tak ada tindakan kriminal yang dilakukan Polisi Swedia.

China dan Swedia dikenal tidak akur. Beberapa tahun lalu, seorang warga Swedia Gui Minhai ditangkap aparat keamanan China.

Belum lama ini Pemimpin Tibet Dalai Lama yang sudah lama menjadi musuh di China, melakukan kunjungan ke Swedia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed